FREE DOWNLOAD Da Conspiracao 108

REVIEW Ê eBook, ePUB or Kindle PDF Ö Afifah Afra

REVIEW Ê eBook, ePUB or Kindle PDF Ö Afifah Afra Uaminya Namun ia justru berhasil membangun sebuah kerajaan niaga terbesar di Indonesia Timur dan menjadi orang terkaya di Flores Adapun Flores yang mereka datangi sama sama medan yang penuh bara Awal abad XX pulau itu baru beralih kekuasaan dari Portugis ke Belanda Kondisi belum stabil Bajak laut dan perampok merajalela Pemberontakan para raja kecil atau. CARA ASYIK BELAJAR SEJARAH BACA NOVEL Judul Buku Da ConspiracaoPenulis Afifah AfraPenyunting Mastris RadyamasPenerbit Gizone Books Kelompok Penerbit Indiva Media KreasiTerbit Cetakan Pertama September 2012Ketebalan 632 halamanUkuran 20 cmISBN 978 602 8277 66 2Harga Buku Rp 6500000SinopsisTan Sun Nio seorang gadis keturunan Tionghoa yang jelita dan sangat menyukai tantangan berasal dari kampung Balong Surakarta Disebabkan oleh sumpah yang terlanjur diucapkannya saat dikhianati sang kekasih ia membuang diri ke Flores menyusul kakak laki lakinya Tan Seng Hun yang telah terlebih dulu membuang diri ke Ende FloresTak dinyana sesampainya di sana ia justru menjadi milyuner dadakan karena limpahan harta warisan Koh Seng Hun yang tewas dibunuh Mulailah Sun Nio menjalankan kerajaan niaganya termasuk perniagaan gelap candu yang membawanya berurusan dengan Bevy de Aguia Leste sekelompok bajak laut yang dikoordinasi secara rapi menyerupai jaringan Mafioso di SisiliaSementara itu Raden Mas Rangga Puruhita keturunan ningrat terpelajar sarjana ekonomi lulusan Leiden juga dibuang ke Flores karena dianggap terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintah Hindia BelandaDi Flores – pulau yang baru saja beralih kekuasaan dari Portugis ke Belanda – inilah Tan Sun Nio dan Rangga bertemu Pertemuan yang pada awalnya sebagai lawan yang saling berhadapan berkembang menjadi sebaliknya karena rasa ketertarikan di antara mereka dan sama sama terjebak dalam sebuah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan ambisi pribadi kekuasaan politik dan ekonomi Da Conspiracao adalah novel sekuel ketiga dari tetralogi De Winst karya Afifah Afra Dua buku sebelumnya adalah De Winst dan De Liefde De Winst bisa disebut sebagai novel pembuka sedangkan De Liefde dan Da Conspiracao adalah dua novel kelanjutannya dengan seting waktu yang sama 1920 1930 an tetapi seting tempat berbeda Jika De Liefde berseting di pulau Jawa dan negeri Belanda Da Conspiracao mengambil tempat di Hindia Belanda Indonesia bagian timur yaitu di kepulauan Flores dan Makasar Tokoh utamanya pun berbeda Tokoh utama De Liefde adalah Sekar Prembajoen adik sepupu Rangga Puruhita dan Everdine Kareen Spinoza istri Rangga Puruhita Sedangkan tokoh utama di Da Conspiracao adalah Tan Sun Nio dan RanggaBuku ini merupakan karya Afra kesekian kalinya yang bergenre historical fiction Sebelumnya ia juga telah menghasilkan trilogi his fic Bulan Mati di Javasche Oranje Syahid Samurai dan Peluru di Matamu Masih jarang penulis Indonesia yang tertarik menulis genre ini karena dibutuhkan studi literatur yang lama dan mendalam Membandingkannya dengan karya karyanya yang bergenre sama agaknya semakin terlihat kematangan dan kepiawaian seorang Afifah Afra dalam meramu konflik yang tajam dan berliku Pada trilogi Bulan Mati di Javasche Oranje terkesan bahwa penulis masih tertatih tatih dalam menulis jenis his fic Konflik agak kurang tertata dengan baik dan beberapa di antaranya terlihat dipaksakan Sedangkan pada tetralogi De Winst terutama pada Da Conspiracao ini konflik tertata padat dan diracik secara apik hingga menghasilkan suspence di akhir cerita Novel ini dibuka dengan kisah perjuangan terakhir Mari Longa 1907 tokoh nyata dalam sejarah perjuangan Flores yang tak banyak dikenal Kemudian beralih menceritakan tokoh fiktif Tan Sun Nio dan Rangga dengan menggunakan sudut pandang orang pertama akusaya secara bergantian Secara lincah Afra menata alur waktu yang pada awalnya melompat lompat menjadi alur maju setelah Sun Nio dan Rangga bertemu Alur seperti ini menyebabkan pembaca tidak cepat merasa bosan karena merasa ‘didongengi’Gaya penceritaan yang membatasi sudut pandang hanya pada 2 tokoh pun secara cerdas ditata sehingga kekurangan jenis point of view seperti ini bisa tersamarkan Pembaca tetap dapat mengetahui pemikiran pemikiran di luar tokoh Rangga dan Tan Sun Nio melalui dialog dialog para tokohnya dan persepsi Rangga atau Tan Sun Nio terhadap merekaSebagai novel fiksi sejarah penulis telah sukses memadukan antara fiksi dan non fiksi Meskipun alur cerita dan sebagian besar tokoh di novel ini tetaplah fiktif dan tidak bisa dijadikan acuan fakta sejarah namun cerita cerita yang melatarbelakangi atau disisipkan di dalamnya merupakan fakta sejarah yang memang terjadi Sebagai contoh adalah pemaparan sekilas tentang revolusi Tiongkok dan Perang Candu di Cina; latar belakang diterapkannya politik etis oleh Sri Ratu Wilhemina; serta kisah sejarah perjuangan Raden Mas Said atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Samber NyawaMembaca novel ini menjadikan saya berpikir jika saja diktat diktat sejarah itu ditulis dengan menggunakan teknik penulisan seperti dalam novel tentunya akan sangat mengasyikkan dalam membaca dan mempelajarinya Akan banyak peristiwa dan pemikiran para tokoh pahlawan yang lebih mudah ‘nyanthel’ Jawa tersangkutselalu ingat dalam ingatan Hikmah yang bisa dipetik dari suatu peristiwa bersejarah atau sikap para tokohnya pun akan lebih mudah dipahami dan dimengerti serta meninggalkan kesan yang mendalam Adapun hikmah yang bisa didapat dari membaca buku ini antara lain orang yang sepertinya baik dan bersikap manis pada kita belum tentu adalah teman sejati kita Dan sebaliknya orang yang menyebalkan sekalipun suatu waktu bisa menjadi teman yang bermanfaat bagi kita Hal ini tercermin pada tindakan tentara indo Herman Zondag yang menyelamatkan Rangga dari jebakan Tan Sun Nio Sehari harinya Zondag adalah tentara yang selalu mengawasi gerak gerik Rangga sebagai seorang internir dengan sikap yang amat menyebalkan Tetapi di saat yang tepat ia hadir untuk menyelamatkan RanggaHikmah lainnya juga didapat justru pada sikap tentara rendahan semacam Herman Zondag ini yang tak mau menerima uang sogokan selain dari gaji hal 235 Juga sikap seorang penduduk miskin di kampung nelayan yang tak mau menerima uang yang tidak jelas kehalalannya hal 360 361 Bandingkan saja dengan kondisi saat ini dimana banyak para pejabat yang jelas jelas berkecukupan tapi masih saja menerima bahkan mencari cari fulus tanpa peduli halal ataukah haram Namun demikian pada masa itu kita juga disuguhi gambaran bahwa perilaku kotor itu telah ada sejak zaman dulu Perilaku kotor bahwa untuk sebuah bisnis yang dapat menghasilkan uang dan kekuasaan begitu besar apapun bisa dilakukan termasuk menghilangkan nyawa pesaing hal 286 Bahwa untuk mewujudkan ambisi dan kekuasaan apapun bisa dilakukan termasuk menyaru menjadi kawan dan bermain dalam jejaring rumit berbagai pihak yang saling berhadapanMembaca buku ini saya sangat terkesan oleh perbincangan antara Rangga dengan Asisten Residen hal 213 214 dan juga antara Rangga dengan Mari Nusa tokoh fiktif yang dihubungkan masih ada hubungan darah dengan Mari Longa yang sedang menyaru sebagai Hasan hal 269 270 Perbincangan yang memaparkan fakta bahwa untuk mendirikan negara bernama Indonesia ini akan sangat sulit karena banyaknya perbedaan yang ada Belum lagi wilayahnya yang cukup luas terbentang dari Sabang sampai Merauke dan lebih dari dua pertiga wilayahnya adalah lautan Negara yang apabila dikelola dengan baik; mempunyai angkatan laut yang cukup tangguh; memiliki banyak ahli ingenieur yang mampu mengelola kekayaan laut yang sangat berlimpah tentunya akan menjadikan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat dan berjaya Sungguh ironis membandingkan cita cita para pejuang dahulu dengan kondisi yang ada saat iniSaya pandang penulis juga sangat brilian dalam hal pemilihan judul Tiga buku –dari rencana tetralogi – yang telah terbit ketiga tiganya memakai bahasa asing yang singkat menarik mudah diingat dan menjiwai keseluruhan isi buku masing masing Judul dua buku sebelumnya menggunakan bahasa Belanda yaitu De Winst dan De Liefde karena berhubungan dengan masa kependudukan Belanda saat itu dan sesuai dengan sebagian seting novel yang bertempat di negeri Belanda Sedangkan novel ketiga ini mengambil judul dari bahasa Portugis karena latar belakang sosiokultural Flores yang sebelumnya menjadi tanah jajahan PortugisSungguh amat disayangkan novel yang sangat berkualitas ini memiliki kualitas cetakan yang maaf seperti buku bajakan Lay out halaman dengan tulisan yang nyaris terpotong dan banyak halaman yang kosong banyak dijumpai sejak awal buku tengah sampai akhir buku yang berisi catatan kaki Hal ini amat mengganggu kenyamanan pembaca karena ada bagian cerita yang hilang dan kata kata asingbahasa daerah setempat yang tidak bisa diketahui artinya dengan tepat Saya tidak tahu apakah buku yang saya punyai ini adalah khusus hasil pemesanan pre order yang proses pencetakannya terburu buru mengejar deadline ataukah sekarang ini telah ada cetakan baru dengan kualitas cetakan yang lebih baik daripada buku yang saya miliki ini Kekurangan yang lain adalah kesalahan penulisan kata ganti orang yang seharusnya “akusaya” tertulis “ianya” Kesalahan yang lebih fatal adalah penulisan nama orang Yang seharusnya “Maria” tertulis “Mari” atau pada awalnya tertulis “La Vong” tetapi selanjutnya tertulis “Va Long” mana yang benar Kesalahan kesalahan seperti ini seharusnya menjadi tanggung jawab editor atau proof reader untuk meminimalisirnyaSelain itu saya sedikit merasakan kejanggalan saat tokoh Rangga bertutur menyertakan pembaca bertanya dengan nada retoris kepada pembaca “Tahukah Anda mengapa aku lebih senang mengatakan Tionghoa dibandingkan China” hal 108 atau “Tahukah Anda mengapa aku begitu resah dengan kehilangan ini” hal 133 Saya tak merasa aneh jika kalimat tersebut ada pada buku buku bergenre populer masa kini yang seting waktunya tak berbeda jauh dengan pembaca saat ini Namun hal ini menjadi aneh manakala kalimat itu ada pada novel bergenre history yang berjarak sangat panjang dengan pembaca Agaknya penulis juga harus sedikit membatasi diri dengan penggunaan kosa kata popular yang belum ada pada masa itu Kosa kata seperti ri’ayah hal 33 atau cuek hal51 tentunya belum dikenal pada jaman duluAkhirnya saya berharap bahwa novel ini hanyalah salah satu karya masterpiece penulis Afifah Afra Mengapa hanya salah satu Karena harapan saya buku keempat yang nantinya akan menjadi buku pamungkas tetralogi De Winst maupun karya karya Afra selanjutnya akan lebih masterpiece lagi Dan semoga ke depan akan semakin banyak peristiwa bersejarah yang dinovelkan sehingga pelajaran sejarah tidak lagi berisi hafalan hafalan tahun kejadian yang menjemukan

READ Da Conspiracao

FREE DOWNLOAD Da Conspiracao 108 ✓ [Ebook] ➮ Da Conspiracao ➭ Afifah Afra – Gym-apparel.co.uk Raden Mas Rangga Puruhita pemuda terpelajar sarjana ekonomi lulusan Leiden ningrat Jawa dan visioner Ia dibuang ke Flores karena terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda Tan Raden Mas Rangga Puruhita pemuda terpelajar Mosalaki membuat bumi kian porak porandaSuratan nasiblah yang kemudian membuat mereka bertemu Awalnya saling berhadapan sebagai lawan Namun mereka justru didekatkan ketika sama sama terjebak dalam sebuah konpirasi tingkat tinggi Konspirasi yang melibatkan sekelompok bajak laut yang dikoordinasi secara rapi menyerupai Mafioso di Sisilia Bevy da Aguia Leste. Resensi BukuKONSPIRASI HATI DUA ANAK MANUSIAJudul Buku Da Conspiracao Sebuah KonspirasiPenulis Afifah AfraISBN 978 602 8277 66 2Penerbit Afra Publishing Kelompok Penerbit Indiva Media KreasiTebal 632 halamanUkuran 20 cmHarga Rp 65000 Ada tiga alasan saya memberi judul resensi ini dengan idiom ‘konspirasi hati’ Pertama saya tertarik dengan gaya bahasa Vicky Prasetyo yang menuai kontroversi namun ternyata banyak yang meniru dan memparodikannya Kedua saya ingin menyesuaikan dengan judul buku ini yang sama sama menggunakan kata konspirasi meskipun masing masing punya maksud yang berbeda Ketiga karena memang dua tokoh utama novel ini mengalami konspirasi hati Da Conspiracao merupakan buku ketiga dari tetralogi De Winst Jika dua buku sebelumnya De Winst dan De Liefde mengambil setting tempat di Solo dan Belanda maka Da Conspiracao bertempat di Flores Setting waktu ketiganya sama sama di awal abad 20 tepatnya tahun 1930 an saat pemerintah Hindia Belanda masih menjajah tanah air Tan Sun Nio telah bertaruh untuk hidupnya Gadis Tionghoa yang cantik dan cerdas itu akan pergi ke luar Jawa jika cintanya dengan Daniel Lim kandas Dan memang pertunangannya dengan Daniel Liem itu pun berakhir dengan kehampaan Ia pun harus berpindah dari Balong Semarang menuju ke Flores menyusul kakaknya untuk berniaga Setelah kakaknya mati terbunuh ia pun menjadi ahli waris tunggal dan berhasil menjadi kaya raya lewat perniagaan yang sukses ia jalankan Bevy de Aguia Leste merupakan komplotan bajak laut yang dipimpin oleh Djanggo da Silva Ia mempunyai banyak anak buah Namun yang dianakemaskan adalah Ramos Fernandez dan Mari Nusa Djanggo mempunyai cita cita ingin mendirikan Republik Flores Raya Demi tercapainya cita cita itu ia butuh senjata modern dan kapal perang canggih untuk menghancurkan kekuasaan Hindia Belanda Untuk membeli kebutuhannya itu ia harus mengantongi uang yang banyak dan itu cuma dimiliki oleh Tan Sun Nio Konspirasi pun terjadi Ramos yang juga menjadi pembantu setia Tan Sun Nio membuat jebakan halus untuk merebut uang majikannya Namun rahasia penjebakan itu bocor dan Tan Sun Nio melarikan diri Sebelumnya Tan Sun Nio pernah berjumpa dan jatuh cinta kepada Rangga Puruhita Walau sudah beristri Rangga merasa sulit untuk menngabaikan pesona Tan Sun Nio Pada puncak konspirasi mereka berdua kembali bertemu dan semakin dekat Mereka pun mengalami konspirasi hati Sebuah rahasia hati yang berisi kumpulan rasa cinta yang menuntut untuk sampai kepada yang dicintai Novel setebal 632 halaman ini tak luput dari cacat Editing yang kurang rapi membuat pembaca agak bingung Misalnya sudut pandang aku narator bisa tiba tiba berganti menjadi orang ketiga Lalu penamaan tokoh Sikka dan La Vong tiba tiba menjadi Sikhe dan Va Long Kemudian masih banyak bahasa asing dan daerah yang tidak ada artinya di catatan kaki sehingga ungkapan kurang bisa dipahami secara total Pilihan pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama lewat dua tokoh Tan Sun Nio dan Rangga Puruhita memiliki kelebihan dan kekurangan Untuk novel setebal ini pembaca tidak usah sulit sulit untuk menerka siapa ‘aku’ di sini karena sudah disebutkan pada judul tiap bab Namun perkembangan dan nasib tokoh lain kadang terkesan tiba tiba kurang alasan kuat dan menimbulkan tanya ‘kok gitu sih’ Hal ini karena alur maju tokoh lain diceritakan hanya lewat laporan tokoh lainnya lagi kepada tokoh ‘aku’ yang sayangnya menggunakan narasi yang kurang meyakinkan Apalagi jika tokoh ‘aku’ sedang sekarat seakan pengarang abai dan tutup mata terhadap detail deskripsi Tiba tiba saja Bob Van Persie sudah ada di gua rahasia dan menyelamatkan Rangga Tidak tahu dari mana dan bagaimana masuknya Walaupun di belakang dikatakan bahwa Bob pernah bersahabat dengan Djanggo dan mungkin otomatis tahu lekak lekuk markas Djanggo dan gua rahasia tersebut namun kesan ‘kok gitu sih’ sulit dihilangkan dari benak pembaca Penokohan dalam cerita bisa ditempuh melalui dua cara deskripsi dan adegan Yang tampak menonjol pada novel ini adalah cara deskripsi Keuntungan cara ini pembaca tidak kesulitan untuk mengetahui karakter tokoh karena sudah diberitakan pengarang lewat mulut para tokoh Namun di sisi lain jika tidak teliti bisa menjadi bumerang Bagaimana Ramos Fernandez dan Mari Nusa dengan mudahnya bisa ditaklukkan padahal mereka –kata pengarang adalah ‘anak anak muda yang mengagumkan tak pernah mengenyam pendidikan formal tetapi kedahsyatan mereka bahkan mengalahkan pasukan elit tentara Hitler’ Memang selanjutnya dikatakan mereka memakai senjata kuno dan pasukan lawan lebih banyak namun yang dihadapi bukan pasukan elit Hitler melainkan cuma pasukan Hindia Belanda Jika yang terkesan karakter tokoh tidak berbanding lurus dengan aksinya pengarang bisa dituduh tidak konsisten dalam membina penokohan Muatan cerita nampaknya merupakan sesuatu yang mutlak harus ada dalam karya karya penulis FLP Sehingga pengarang novel ini pun yang memang bergiat di FLP Surakarta banyak menyisipkan muatan positif dakwah di sela sela cerita Sayangnya jika muatan itu tersisip layaknya tulisan artikel nampak ingin menggurui pembaca Konsep bahwa sistem ekonomi koperasi lebih memihak rakyat dari pada sistem ekonomi kapitalis menjadi seperti artikel yang bisa dinikmati sendiri jika pun dicomot dari novel ini Meski begitu ada hal lain yang patut diteladani yaitu sebagai umat Islam seharusnya selalu berusaha melaksanakan ajaran ajaran dan kewajibannya bagaimana pun kondisi dan di mana pun tempatnya; juga toleransi beragama yang harus tetap dipegang teguh demi persatuan dan kesatuan bangsa Ada tiga macam ending penting yang terkait dengan garis besar novel dan tokoh utama Ending peristiwa konspirasi terasa kurang indah dan kurang mengesankan Dalam sebuah karya fiksi yang berbau konspirasi baik novel atau film berbau sejarah atau tidak endingnya akan lebih manis dan dramatis jika tokoh utamanya bermental hero dan mengalahkan musuhnya lebih lebih jika si tokoh punya bekal ilmu bela diri yang cukup Lain halnya jika si tokoh orang biasa maka musuh musuhnya bisa diatasi oleh tokoh lain atau pun barisan tentara Sejak munculnya deskripsi bahwa Tan Sun Nio sudah terlatih menembak dan menguasai kungfu pembaca digiring ke satu titik di mana Tan Sun Nio pasti akan bertemu dengan musuhnya dalam sebuah pertarungan dan akhirnya menang Namun yang ada justru Tan Sun Nio sibuk berlari menyelamatkan diri bekal kungfu hanya untuk jaga jaga dan cuma sekali ia bertarung dengan musuh tetapi bukan musuh utamaEnding tokoh Tan Sun Nio mungkin akan membuat para penggemar happy ending kecewa Sementara ending tokoh Rangga nampaknya merupakan pintu gerbang untuk buku keempat dari tetralogi De Winst Kemungkinan besar Rangga akan bertemu dengan Jatmiko di Boven Digul by moh sofakul muttain

Afifah Afra Ö 8 FREE DOWNLOAD

Da ConspiracaoRaden Mas Rangga Puruhita pemuda terpelajar sarjana ekonomi lulusan Leiden ningrat Jawa dan visioner Ia dibuang ke Flores karena terlibat dalam gerakan melawan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda Tan Sun Nio gadis yang jelita cerdas ambisius dan terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa yang konservatif Ia membuang diri ke Flores karena dikhianati calon s. Buku ini adalah buku ketiga dari tetralogi De Winst karangan Afifah Afra yang terbit pada November 2012 kemarin Dua buku sebelumnya adalah De Winst dan De LiefdeSangat berbeda dibanding dua buku sebelumnya kali ini tak ada tokoh Everdine dan Sekar Prembayun yang di dua buku sebelumnya begitu dominan Hanya ada Rangga Puruhita disini seorang ningrat yang juga suami dari Everdine dan diam diam mengagumi seorang Sekar Prembayun sepupunya sendiri Walaupun demikian Rangga agak kurang sreg dengan sistem poligami akibat ayahnya sendiri yang juga melakukan poligami Selain Rangga ada juga seorang tokoh baru yaitu Tan Sun Nio selanjutnya disebut Tan seorang perempuan tionghoa yang jatuh cinta pula kepada Rangga Mungkin biasa apabila ada seorang wanita jatuh cinta kepada Rangga namun menjadi tak biasa bahkan celaka ketika Rangga lah yang jatuh cinta dengan seorang perempuan lagi Itulah yang Rangga rasakan terhadap nona Tan celakaSudut pandang yang digunakan oleh penulis dalam buku ini yaitu melalui orang pertama yang diceritakan bergantian oleh Rangga dan Tan Sayangnya masih banyak kekurangkonsistenan dalam penggunaan kata ganti orang pertama ini Terkadang “aku” yang seharusnya digunakan oleh Rangga atau Tan masih terpeleset menjadi “nya” padahal yang diceritakan adalah Rangga atau Tan sendiri Rangga dan Tan sendiri mengalami kejadian mereka masing masing secara terpisah walau pada akhirnya berkaitan juga namun ada satu hal yang agak mengganjal bagi saya setting waktu yang terjadi antara Rangga dan Tan kurang dijelaskan sehingga saya menangkap kesan bahwa timingnya berantakan Hal ini bisa agak terlihat dari kepergian Tan ke Makassar yang tentu saja dengan setting waktu sekitar 1900 an awal akan memakan banyak waktu di dalam perjalanannya sedangkan Rangga yang berada di Ende seolah tidak mengalami kejadian kejadian penting yang menyita banyak waktunya Anehnya akhirnya mereka berdua bisa bertemu di saat yang bersamaan kurang logis menurut sayaMengenai setting lokasi buku ini seperti telah disebut di atas Rangga sedang berada di Ende Ia dibuang ke Ende oleh Belanda akibat pergerakannya yang mengancam Belanda Ya buku ini cenderung tergolong fiksi sejarah sebab Rangga ini disebutkan sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga berkaitan atau kenal dengan Soekarno Hatta dll Tidak sekali dua kali nama pahlawan pahlawan Indonesia disebut di buku ini saya pikir penulis dengan cerdasnya sukses mencampurkan antara fiksi dan nonfiksi yaitu berupa latar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya Ende menjadi mayoritas setting sepanjang buku dengan sedikit diselingi Surakarta sebagai kota awal Tan sebelum dia “mengasingkan” diri ke Ende dan Makassar ketika Tan akan berbisnis dengan salah seorang mantan senator Belanda Mengenai Ende sendiri penulis mencoba mengajak para pembaca sekaligus belajar sejarah pula karena seperti kita tahu bahwa Ende adalah salah satu tempat pengasingan Bung Karno Tidak hanya itu penulis pun coba mengangkat salah satu pahlawan asli Ende yang “terlupakan” yaitu Mari Longa Mari Longa ini tokoh nyata pejuang Ende guna menggulingkan kekuasaan Belanda di Ende Kaitan dengan buku ini disebutkan bahwa Mari Longa adalah leluhur dari Mari Nusa Mari Nusa sendiri ialah salah satu pemuda yang disebut sebut pahlawan bagi rakyat Ende karena ia dengan lantang menyerukan perlawanan terhadap Belanda sama seperti Mari Longa Satu hal Mari Nusa merupakan tokoh fiksi sama seperti Rangga PuruhitaJalan cerita dari novel ini sendiri penuh dengan nilai nilai perjuangan serta nilai keagamaan Tidak aneh apabila melihat latar belakang si penulis Salutnya penulis mampu membuat nilai nilai keagamaan ini sendiri menjadi sebuah hal yang tidak menggurui dan terlihat netral serta tidak membuat buku ini terlalu condong kepada salah satu agama Sedangkan ditilik dari pemberian judul yang kali ini menggunakan bahasa Portugis tidak menggunakan bahasa Belanda seperti dua buku sebelumnya hal ini sejujurnya sempat menimbulkan pertanyaan dari saya mengapa penulis tidak konsisten dalam pemberian judul hal ini berkaitan dengan sebuah konspirasi besar yang kali ini tidak melibatkan Belanda tetapi Portugis Ya perlu diingat bahwa daerah Nusa Tenggara mayoritas merupakan daerah jajahan dari bangsa Portugis seperti Timor Timur dahulu dan pada sekitar tahun 1900 an awal pengaruh Portugis di daerah tersebut sudah mengakar ini dapat terlihat dari banyaknya tokoh tokoh Indo campuran Portugis Akhirnya saya bisa memahami dan mengacungkan jempol atas pemilihan judul yang menurut saya brilian iniPada akhirnya saya rekomendasikan buku ini bagi para pecinta buku his fic terutama yang mencari buku buku his fic mengenai sejarah Indonesia Saya rekomendasikan buku setebal 632 halaman ini karena percampuran antara fiksi dan nonfiksi disini begitu halus sehingga terkadang agak saru apakah bagian fiksi dari buku ini benar benar terjadi pada dahulu kala Disamping kekurangan kekurangan yang masih terdapat di buku ini saya kira buku ini layak mendapat lima bintang sebuah buku yang dapat membuka cakrawala baru bagi pembacanya